Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di MI Nurul Huda Tanamkan Jiwa Sederhana

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di MI Nurul Huda
Memperingati Hari Santri Nasional 2025

MI Nurul Huda menggelar puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan MI Nurul Huda pada Selasa, 22 Oktober 2025, dan diikuti oleh ratusan siswa, guru, serta seluruh karyawan sekolah. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur kepada seluruh warga madrasah.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional berlangsung tertib dan penuh antusias. Para siswa mengenakan seragam dengan rapi, sementara para guru dan tenaga kependidikan turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian acara. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan, karena sarat dengan pesan moral dan pendidikan karakter.

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di MI Nurul Huda

Kepala MI Nurul Huda, Ibu Endang Sampurnaningsih, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi wujud nyata dedikasi madrasah dalam membangun jiwa sederhana di lingkungan pendidikan. Menurutnya, nilai kesederhanaan merupakan karakter penting yang harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif hingga dewasa.

“Peringatan Hari Santri ini mengandung pesan penting untuk membangun sikap sederhana pada seluruh siswa dan guru. Kesederhanaan harus terus dilatih sejak dini, mulai dari cara makan, berpakaian, hingga bersikap dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibu Endang.

Baca juga: Peringatan Hari Pramuka ke-64: Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa di Madrasah

Amanat Menteri Agama

Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 dipimpin oleh Bapak Agus Susanto yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membiasakan hidup sederhana dan menumbuhkan rasa syukur atau neriman pada peserta didik.

Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa membangun karakter sederhana dan bersyukur perlu dipupuk serta dilatih secara konsisten. Salah satu bentuk latihan yang sederhana namun bermakna adalah melalui kegiatan makan bersama dengan menu seadanya, yang mengajarkan kebersamaan, empati, dan penghargaan terhadap nikmat yang dimiliki.

“Untuk membiasakan siswa hidup sederhana dan selalu bersyukur, perlu latihan sejak dini. Salah satu caranya adalah makan bersama dengan menu sederhana agar anak-anak terbiasa menghargai apa yang ada,” kata Bapak Agus Susanto usai memimpin upacara.

Makna Hari Santri Nasional bagi Siswa MI Nurul Huda

Lebih lanjut, Bapak Agus juga mengajak seluruh siswa MI Nurul Huda untuk menjunjung tinggi nilai saling menghormati, saling menghargai, berbagi, dan berinteraksi secara harmonis. Ia menegaskan bahwa keberagaman latar belakang siswa merupakan kekuatan yang harus dirawat dalam bingkai kebersamaan.

“Berangkat dari heterogenitas siswa-siswi MI Nurul Huda, saya mengajak semuanya untuk membangun jiwa sederhana dengan suasana saling menghormati, saling menghargai, serta berbagi satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MI Nurul Huda juga menegaskan pentingnya menghadirkan wajah Islam yang ramah, penuh kebersamaan, dan menyejukkan. Menurutnya, pendidikan madrasah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami yang dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.

Tanamkan Jiwa Sederhana

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025, seluruh siswa dan guru mengikuti kegiatan makan bersama di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi simbol nyata penerapan nilai kesederhanaan dan kebersamaan yang diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik.

“Saya berharap peringatan Hari Santri kali ini benar-benar mampu menumbuhkan jiwa sederhana pada anak didik, salah satunya melalui kegiatan makan bersama setelah upacara selesai,” pungkas Kepala MI Nurul Huda.

Scroll to Top